PLASTIK HIJAU (PLASTIK HIJAU (Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Ecobrick dan Hidroponik untuk Lingkungan Hijau)

Sampah plastik merupakan sampah anorganik yang tidak dapat diuraikan. Sampah plastik termasuk polutan paling besar yang berkontribusi dalam masalah pencemaran lingkungan. Untuk itulah, UPTD SDN 4 MADDUKKELLENG membuat inovasi PLASTIK HIJAU (PLASTIK HIJAU (Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Ecobrick dan Hidroponik untuk Lingkungan Hijau) pemanfaatan sampah plastik dengan ecobrick agar mengurangi pencemaran tanah, air, ataupun udara yang dikumpulkan pada satu tempat agar bisa diolah lagi.
Ecobrick merupakan metode yang digunakan untuk meminimalisir sampah plastik dengan media botol plastik bekas yang diisi penuh dengan sampah anorganik bersih hingga botol plastik bekas tersebut benar-benar keras dan padat. Tujuan dari ecobrick adalah untuk mengurangi sampah plastik serta mendaur ulangnya dengan media botol plastik bekas untuk dijadikan sesuatu yang berguna. Contoh pembuatan pemanfaatan ecobrick adalah untuk pembuatan kursi serta pembuatan hidropnik disekolah
Dalam kegiatan tersebut, Kepala UPTD SDN 4 maddukkelleng Ernawati umar,S.Pd, M.Pd juga turut langsung memberikan arahan dan motivasi kepada siswa – siswi SDN 4 maddukkelleng tentang pentingnya menjaga lingkungan salah satunya mengolah limbah sampah plastik dengan baik. Selain memiliki nilai jual, pembuatan ecobrick dapat mengurangi limbah plastik yang pada dasarnya tidak dapat diuraikan seperti yang sudah menjadi tujuan dari pembuatan ecobrick itu sendiri.
“Dengan diadakannya kegiatan PLASTIK HIJAU (PLASTIK HIJAU (Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Ecobrick dan Hidroponik untuk Lingkungan Hijau) ini, diharapkan siswa siswi SDN 4 maddukkelleng yang telah dibimbing dapat menjadi penggerak untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi bernilai seni tinggi serta dapat mengurangi penggunaan plastik di lingkungannya,” harapnya

